beritadunesia-logo

Ikan Kuah Pala Banda

Secara  kultural, masyarakat asli Maluku yang terdapat di Kepulauan Banda, atau  kepulauan yang termasyhur dengan nama gugusan pulau Banda Neira, secara umum  merupakan masyarakat suku bangsa rumpun Melanesia Laut Pasifik. Rumpun suku  bangsa ini tersebar di pulau-pulau kecil di antero Samudra Pasifik, seperti  Kepulauan Kei, Tidore, Ambon, Aru, Fiji, Samoa, Solomon, dan Tonga. Dikatakan  serumpun karena dari segi ras, lingkungan di mana mereka menetap, pola bahasa,  lagu-lagu daerah, religiositas, mata pencaharian, hingga peralatan penunjuang  aktivitas kehidupan sehari-hari memiliki banyak kemiripan.


Pun, makanan khas  yang lahir di dalam kebudayaan Pasifik atau Melanesia Laut ini, dan tentu saja bahan  dasar masakannya, dapat dikatakan serupa, yakni berbahan utama sagu dan ikan  laut. Kendati demikian, tetap saja memungkinkan terjadinya keragaman kreasi  masakan dari masyarakat yang memiliki pola kebudayaan yang sama. Dan, hal ini  kita dapat temukan pada masyarakat Maluku di Kepulauan Banda yang terkenal  karena keindahan taman lautnya dan menjadi area tujuan para penyelam dari  seluruh dunia.


Masyarakat Banda,  yang tersebar di 13 pulau yang  pernah menyita perhatian bangsa Eropa pada abad ke-17 karena rempah-rempahnya  ini, mempunyai berbagai koleksi warisan kuliner yang lezat. Letak kekuatan  masakan khas Kepulauan Banda ialah pada kesegaran ikan, sayuran, serta  rempah-rempah yang bisa memikat selera para penikmat wisata kuliner.


Satu di antaranya  adalah masakan khas bernama Ikan Kuah Pala Banda. Menu ini hampir selalu hadir  dalam setiap kesempatan, terutama kala Ramadhan tiba. Pada bulan sakral bagi  umat muslim tersebut, Ikan Kuah Pala Banda selalu bersanding dengan menu-menu  khas lainnya, seperti Dunang-dunang dan Kuah Asam Pala, utamanya pada saat  sahur dan berbuka puasa.


Namun, jangan  dibayangkan bahwa Ikan Kuah Pala Banda hanya disajikan dalam satu ragam menu.  Dalam tradisi masyarakat Maluku Tengah, Ikan Kuah Pala Banda yang di dalamnya  terdiri dari sup ikan dan sambal bekasang  biasa dimakan bersama nasi dan ikan laut bakar.


Pengalaman  menikmati masakan Ikan Kuah Pala Banda boleh jadi tidak akan terwakili ketika  dilukiskan melalui bahasa. Namun, ketika menikmati menu yang terdiri dari sup  ikan kuah pala dan sambal bekasang  ini, Anda akan ditarik ke dalam nuansa Pulau Banda yang kaya akan buah pala.  Seolah, aroma dan rasa dalam resep masakan ini mewakili alam Banda Naira.Agus Setyahadi  mengisahkan dalam artikelnya di www.kompas.com,  bahwa menurut penduduk setempat, kenikmatan sup ikan kuah pala ini sudah  dikenal sejak zaman nenek moyang mereka. Bahkan, karena saking lezatnya, sup  ikan kuah pala selalu disajikan untuk para petinggi tentara Belanda yang datang  ke Banda. Tradisi santap itu berlangsung hingga kawanan tentara kongsi dagang  Belanda angkat kaki dari Banda.


Sumber sensasi  kenikmatannya ada pada sup ikan kuah, terutama ketika rasa yang gurih, sedikit  pedas, dan asam pala yang melebur menjadi satu melewati lidah Anda. Kuah sup  berbahan pala ini akan terasa sangat segar. Rasa pedas muncul di sana lantaran pedas pala  yang halus, dan hangatnya dapat menjalar hingga ke lambung. Sup ikan ini dapat  disantap sebagai pembuka, namun oleh sebagian orang bisa juga disantap sebagai  sup penutup.
Sementara itu,  pelengkap menu ini yang tidak boleh dilewatkan adalah sambal bekasang. Sambal ini melengkapi sensasi  pedas menggigit lidah. Lidah juga digelitik rasa asam jeruk limau dalam sambal  ini. Asam limau selain untuk menghilangkan aroma amis ikan, juga berfungsi  menggugah selera makan.


Membuat sambal bekasang diperlukan waktu yang relatif  lama, yakni satu minggu. Untuk membuat bekasang  dibutuhkan ikan cakalang yang digiling halus. Daging giling ikan tersebut  lantas dicampur dengan garam dan diungkep selama satu minggu dan jadilah bekasang. Sambal biasanya ditambahi  irisan bawang merah, tomat, dan sedikit minyak goreng supaya sedap dan gurih.


Biasanya, sajian  Ikan Kuah Pala Banda disertai pula dengan urap daun pepaya dan ikan kakap merah  bakar yang berdaging lembut. Komposisi masakan yang demikian ini kemudian  disantap bersama nasi. Dan, kombinasi sajian semacam ini hanya dapat Anda temui  di Banda Naira, di gugusan pulau-pulau kecil yang diitari oleh laut berpalung  dalam, tidak di tempat lain.


Lebih dari itu,  masakan ini teristimewakan lantaran tidak semua rumah makan menyediakan menu  ini. Sebab, Ikan Kuah Pala Banda merupakan menu harian masyarakat Banda,  sehingga justru sulit ditemui di restoran-restoran. Karena itu, ada baiknya  Anda menanyakan kepada penduduk lokal, di mana dapat dijumpai masakan ini.


Jika Anda  menyambangi Kota Banda Naira di Pulau Banda melalui jalur laut (naik kapal),  maka cari saja rumah makan di dekat Pelabuhan Naira. Di sana, Anda dapat memesan Ikan Kuah Pala  Banda. Kendati demikian, kuliner khas masyarakat Maluku Tengah  ini juga dapat dijumpai di sebagian rumah makan di Kepulauan Banda, Kabupaten  Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Indonesia.

www.wisatamelayu.com